Gerendong, Rabu, 22 Agustus 2024 – SDN Gerendong I menggelar acara yang sudah menjadi kebiasaan tahunan, yaitu Rabu Wakasan.
Acara ini merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, di mana siswa-siswa dan keluarga besar sekolah berkumpul untuk merayakan dengan makan ketupat dan sayur. Meski kali ini terdapat dualisme dalam pelaksanaan acara, semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap menjadi inti dari perayaan tersebut.
Nama "Rebo Wakasan" berasal dari bahasa Jawa, di mana "Rebo" berarti hari Rabu, dan "Wakasan" berarti penutup atau akhir.
Rabu Wakasan kali ini menghadapi dualisme, yaitu adanya dua versi perayaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan ini muncul karena adanya penyesuaian tanggal dalam kalender hijriyah, terutama dalam penggunaan perhitungan yang menggunakan hisab dan rukyat.
Meski demikian, hal ini tidak mengurangi semangat dan antusiasme para siswa, guru, serta orang tua. Perbedaan tersebut antara lain terkait dengan perubahan dalam bentuk acara serta penyesuaian dalam format penyajian makanan, tetapi inti dari perayaan tetap sama, yaitu merayakan kebersamaan dan berbagi kebahagiaan.
Sejak pagi hari, suasana di SDN Gerendong I telah dipenuhi dengan semangat dan keceriaan. Para siswa tampak antusias dengan membawa ketupat dan sayur yang mereka siapkan dari rumah.
Ketupat dan sayur yang dibawa merupakan hasil dari anyaman daun pucuk kelapa yang dibentuk menjadi indah dan artistik. Adapun sayurnya bisa berbeda setiap rumah. Mereka berusaha menunjukkan sikap berbagi untuk teman-teman, tetangga dan guru.
Pak Deden, yang dikenal sebagai sosok yang penuh kharisma di sekolah, memimpin doa pada pagi hari. Doa ini menjadi momen penting untuk memohon berkah dan keberkahan acara, serta sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diterima.
Dalam doanya, Pak Deden menekankan pentingnya rasa syukur, kebersamaan, solidaritas dan diberikan keselamatan selama menapaki bulan Safar, yang merupakan inti penting dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam acara Rabu Wakasan.
Acara Makan Ketupat: Puncak dari Perayaan
Setelah doa selesai, acara makan ketupat pun dimulai. Suasana menjadi semakin meriah ketika siswa-siswa, guru-guru, serta orang tua berkumpul di halaman sekolah untuk menikmati hidangan ketupat dan sayur. Momen ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga merupakan waktu untuk saling berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan mempererat tali silaturahmi antar seluruh elemen sekolah.
Para siswa dengan ceria menikmati ketupat dan sayur yang mereka bawa, sementara guru-guru dan orang tua turut bergabung dalam acara ini. Tertawa dan berbincang dengan penuh kehangatan menambah keakraban di antara mereka. Acara makan ketupat ini menjadi simbol dari kebersamaan dan keakraban, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah ada sejak lama.
Berbagi Kebahagiaan: Sisa Ketupat untuk Guru-Guru
Salah satu tradisi yang tidak terlupakan dalam acara Rabu Wakasan adalah pembagian sisa ketupat kepada guru-guru. Setelah makan bersama, sisa ketupat yang tidak habis dibagikan kepada para guru sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi mereka. Pembagian ini menjadi momen yang sangat berarti, di mana siswa-siswa dapat menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada guru-guru yang telah memberikan banyak ilmu dan bimbingan sepanjang tahun ajaran.
Para guru menerima ketupat dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Ini merupakan salah satu cara untuk mempererat hubungan antara siswa dan guru, serta sebagai ungkapan penghargaan terhadap kerja keras dan komitmen yang telah diberikan oleh para pendidik.
Acara Rabu Wakasan di SDN Gerendong I tahun ini berhasil menciptakan suasana yang penuh keceriaan dan kehangatan, meski ada perubahan dalam pelaksanaan. Semua pihak yang terlibat, baik siswa, guru, maupun orang tua, merasa puas dan bahagia dengan pelaksanaan acara. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan momen penting untuk membangun kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di komunitas sekolah.
Kepala Sekolah SDN Gerendong I mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan acara ini. “Meskipun kita menghadapi beberapa perbedaan dalam pelaksanaan acara tahun ini, semangat kebersamaan dan kekeluargaan tetap menjadi prioritas utama. Saya sangat menghargai partisipasi aktif dari seluruh siswa, guru, dan orang tua. Semoga acara ini dapat terus menjadi tradisi yang mempererat hubungan kita semua.”
Penutup
Dengan berakhirnya acara Rabu Wakasan di SDN Gerendong I, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur dapat terus terjaga dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari. Momen-momen seperti ini penting untuk memperkuat ikatan sosial dan membangun semangat kebersamaan di komunitas sekolah. Selamat kepada seluruh peserta dan panitia atas suksesnya acara ini, dan semoga tradisi Rabu Wakasan ini dapat terus berlangsung dengan penuh keceriaan di masa mendatang.



0 Komentar